Pemkab Lamsel Ikuti Seminar Percepatan Penurunan Stunting

0

LAMPUNG SELATAN – Dilansir dari laman lampungselatankab.go.id, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengikuti seminar secara daring Penguatan Mekanisme Operasional Lini Lapangan Program Bangga Kencana dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting Regional III.

Webinar itu diikuti jajaran Pemkab Lampung Selatan melalui zoom meetingdari Aula Krakatau kantor bupati setempat, Selasa (23/11/2021).

Hadir pada acara itu Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Rika Wati, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Erdiansyah, Dinas Kesehatan, Camat beserta Forkopimcam Kecamatan, KUA, Tim Penggerak PKK Kecamatan, Korluh dan PKB/PLKB se-Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengatakan, tahun 2021 BKKBN melakukan pendataan keluarga yang dikenal PK21 persis dengan data keluarga untuk kepentingan perencanaan pembangunan.

“Sekitar 68.478.139 juta keluarga yang sudah terdata, pendataan dilakukan diseluruh wilayah Indonesia,  sekaligus mencerminkan profil keluarga,”  kata Hasto dikutip dari dbfmradio.id.

Lebih lanjut Hasto Wardoyo menerangkan, di tahun 2021 program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana serta berbagai kegiatan prioritas, senantiasa diarahkan untuk mewujudkan kualitas SDM yang unggul dan penurunan stunting.

“Peningkatan kualitas SDM adalah bagian dari strategi yang sangat penting, bahwa negara menjadi sejahtera ketika porsi penduduknya banyak yang berusia produktif,” ujar Hasto.

Hasto menuturkan, Presiden Jokowi menargetkan di tahun 2024 Indonesia mampu menurunkan angka stunting hingga 14%, karena stunting menghambat pertumbuhan balita.

“Kuncinya, agar kita bisa sukses menuju Demografi (data statistik tentang suatu populasi dari masyarakat), adalah kualitas SDM yang unggul. Stunting harus nol atau paling tidak bisa ditekan sekecil mungkin, sesuai target Pak Jokowi diangka 14% di 2024,” terangnya.

Hasto Wardoyo menambahkan, intervensi stunting sangat penting, karena menyangkut tumbuh kembang anak yang tidak normal.

“Karena anak akan mengalami keterlambatan dalam mencapai perkembangan kecerdasan intelektual, sehingga tidak mampu merespon terhadap lingkungan,” tandasnya.

Sementara itu, kegiatan webinar diisi dengan pemaparan dari beberapa narasumber, yakni Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan KB dan PS BKKBN Irma Ardiana, Supiyat Wihatmono Suryo, dari Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Provinsi NTB.

Kemudian, ada juga Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Ditjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri Budiono Subambang dan Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa Evi Nugiarti. Kegiatan itu dimoderatori oleh Penyuluh KB Ahli Utama Eli Kusnaeli. (*)