Rabu, Juli 24, 2024
spot_img

Latest Posts

LSM Penjara Indonesia Sampaikan ke Bupati Majalengka Dorong Produk Lokal

MAJALENGKA, Jawa Barat –
LSM Penjara Indonesia Kabupaten Majalengka menggelar silatuhrahmi dan berdialog aktif dengan Bupati Majalengka DR. H. Karna Sobahi M.M.Pd. Mereka memberi masukan tentang beberapa evaluasi program dari pemerintah sebelumnya untuk program kedepan.

Dengan kepemimpinan yang baru Bupati Majalengka H. Karna Sobahi, masa bhakti 2018-2023, masih dalam masa program 100 hari kerjanya menerima kedatangan LSM Penjara Indonesia Kabupaten Majalengka yang dinilai olehnya menjadi salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten Majalengka yang cerdas.

“Mengenai masukan yang telah kami sampaikan kepada Bupati, tentang evaluasi program kedepan.” kata,
Ketua DPD Jawa Barat, LSM Penjara Indonesia, DB. Setiabudi ,M.Pd. secara bersamaan ditemani oleh Ketua DPC Majalengka Yadhi Mauludriyadhi S.Sos, Sekretaris DPC, Yopie, Wakil Ketua DPC Eye Suharya S.Pd dan anggota.

Setiabudi, mengenai poin poin yang disampaikan ke Bupati Majalengka yaitu, memohon kepada Bupati agar memperhatikan para pengusaha industri Genteng Jatiwangi yang saat ini kondisinya boleh dibilang terpuruk dengan cara membuat surat edaran atau Perbut terkait wajibnya para pengusaha konstruksi untuk mempergunakan genteng jatiwangi.

Dia menambahkan, salah satu contoh yang paling miris ketika ada salah satu bangunan milik pemerintah daerah yang mempergunakan bukan genteng produk jatiwangi, bahkan ada beberapa sekolah yang juga tidak mempergunakan genteng jatiwangi, begitu pula diharapkan agar pembangunan pabrik pabrik minimal memakai produk dan mempergunakan genteng jatiwangi.

“Bupati sangat mengapresiasi masukan seperti ini dan akan diupayakan membuat surat edaran untuk pelaku usaha jasa konstruksi, para kepala dinas termasuk BMCK agar membuat gambar dan memasukan pembangunan dengan mengginakan genteng jatiwangi.” harap dia.

Selain itu, masukan lain seperti pembangunan pabrik disarankan mengaju pada RT RW / RDTR, melaksanakan pembangunan yang memilik manfaat bagi masyarakat dengan kata lain tidak melaksanakan pembangunan yang kurang manfaatnya, menegur pembangunan yang mangkrak dengan memanggil pengusaha dan kedinasannya, segera meresmikan bangunan bangunan yang telah usai pembangunannnya.

“Bupati saat ini masih menggunakan kendaraan yang lama dalam menjalankan roda pemerintahannya. Di analisis bahwa kendaraan lama ini onderdilnya sudah mulai tidak berfungsi secara benar seperti kondisi Ban sudah kurang bagus maka perlu diganti dengan yang baru yang sesuai.”Tutupnya. ** (Sigit)

Latest Posts

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.