LSM GMBI Distrik Majalengka dan Dinaskerin, Gelar Audensi Hingga Sepakat

0

MAJALENGKA, Jawa Barat – Sekira puluhan masyarakat terdiri dari pengurus dan anggota di LSM GMBI Distrik Majalengka datangi Kantor Dinas Tenagakerja dan Perindustrian Kabupaten Majalengka temukan persoalan terkait ketenagakerjaan di Kabupaten. Mereka menggelar Audensi di Ruang Sempit, di Dinaskerin Majalengka. Senin, (03/12/2018)

LSM GMBI Distrik Kabupaten Majalengka menyebutkan beberapa persoalan dari temuan di masyarakat yang disampaikan secara bergantian disebutkan, tentang pengawasan dan pembinaan ketenaga kerjaan yang meliputi persoalan Jamsostek dan Jaminan Kesehatan, tidak jelasnya pemberitahuan jam lembur, dan adanya saldo struk gaji yang dipotong. Tentang fungsi Dinas Tenagakerja dan Perindustrian, dan tentang lemahnya fungsi pengawasan ketenagakerjaan dan industri.

Ketua LSM GMBI Distrik Majalengka, H. Agustinus Subagja melalui Sekdis I, Yayat Supriyatna, didampingi Sekdis II, Tarkim Budiarto TB menyimpulkan, temuan hal yang telah disebutkan adalah fakta juga nyata dan kita punya bukti buktinya.

“Terutama banyaknya tenaga kerja disuatu perusahaan masih banyak yang belum mendapatkan kartu Jamsostek dan Jaminan Kesehatan sedangkan gaji mereka tiap bulannya selalu di potong. Ironisnya mereka telah bekerja sudah tujuh bulan lamanya.” ungkap, Yayat.

Lanjut dia, kami meminta kepada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Majalengka, meskipun dalam hal pengawasan ada di tingkat wilayah kewenangan Provinsi Jawa Barat, hal ini harus disampaikan.

“Jangan sampai segi pengawasan hanya pada tahap industri saja, namun harus juga diperhatikan para karyawan atau tenaga kerjanya itu sendiri.”tegasnya.

Dari pantauan, Nusantara9News.com, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Majalengka dan LSM GMBI Distrik Kabupaten Majalengka membuat notulen kesepakatan untuk menindaklanjuti prihal poin poin yang telah disampaikan dari hasil melalui audensi. ** (Sigit)