Duta Swasembada Kunjungi dan Berikan Bantuan Kepada Penderita Stunting

0

KALIANDA – Dengan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, Hj. Winarni Nanang Ermanto kembali tunjukkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Duta Swasembada Gizi Lampung Selatan. Senin (04/10/2021).

Dalam kesempatan tersebut Hj, Winarni kunjungi Adiba (2) anak penderita stunting yang mengalami gangguan pada kakinya. sementara Desi merupakan anak dari bapak Tarman (28) dan Ibu Desi (27) adalah warga Desa Way Lubuk kecamatan Kalianda.

Adiba mengalami kelainan pada kakinya, sehingga di usianya yang berumur 2 tahun 8 bulan belum bisa berjalan, bahkan untuk berdiri pun sulit.

Menurut Desi selaku orang tua Adiba menyampaikan ”Saya konsultasi ke bidan untuk konsultasi ke dokter spesialis anak dan tulang di rumah sakit Bob Bazar untuk diterapi.” ujar Desi pada saat ditanya

Setelah berjalan berapa lama baru timbul gejala epilepsy, karena lebih sering kejang ibu Desi Konsul ke dokter anak di Rumah Sakit Bob Bazar dan Dokter mendiagnosa Epilepsy.

Selama Adiba menjalani fisioterapi Adiba disarankan dr Aden (arthopedy) untuk memakai sepatu untuk membantu agar kakinya tidak bengkok. Tapi Karena lebih sering kejang, sepatu itu dihentikan dulu untuk menghindari cidera.

Untuk biaya berobat, mereka memakai kartu BPJS bantuan dari Pemerintah Namun karena ada kendala, akhirnya kartu BPJS tersebut tidak aktif dan tidak bisa digunakan.

Dalam kesempatan tersebut Winarni yang dibantu oleh Dinas Kesehatan mengaktifkan kembali Kartu BPJS milik keluarga Adina agar bisa dipakai untuk berobat.

selaku Duta Swasembada Gizi (DSG) ini juga memberikam bantuan berupa makanan sehat dan santunan untuk Adiba

“Ini kartu BPJS nya sudah aktif dan bisa digunakan lagi untuk berobatnya Adiba dan ini ada titipan dari Bapak Nanang untuk Adiba dan keluarga. Semoga bermanfaat ya…” Ujar Winarni

Sementara Desi Wahyuni bidan pendamping di desa Way Lubuk mengatakan, “Kronologis Adiba awal pertumbuhannya baik sampai dia menginjak usia 1 tahun. Adiba sudah mulai merambat jalan namun masih dibantu merangkak dan sudah bisa mengucapkan beberapa kata seperti ba ta ka lalu Adiba mengalami demam tinggi sehingga menyebabkan dia kejang,,setelah kejang adiba sprti lunglai dan kaki nya bengkok dengklok ke arah belakang”

Sumber : lampungselatankab.go.id