Zainudin Minta Pondok Pesantren Didata Kembali

Nusantara9news.com, Kalianda – Bupati Lampung Selatan Dr. H. Zainudin Hasan, M.Hum bersilaturahmi dengan para Pimpinan Pondok Pesantren dan Organisasi Islam se – Kab.Lampung Selatan di Aula Rajabasa Setdakab, Kamis (18/01/2017)

Dalam acara ini turut hadir kepala kantor kementrian agama Lampung Selatan Sukandi, Sekdakab Fredy S, Asisten Bid.Pemerintahan & Kesra Yusri, Plt.Kaban Kesbangpol Hermizi, Kadis PP & PA Rini, Plt. Kabag BMS Firmansyah, dan seluruh camat se-Kabupaten Lampung Selatan

Dalam laporannya kepala kantor kementrian agama Lamsel Sukandi mengatakan, tujuan dikumpulkannya para pimpinan ponpes & ormas se-kabupaten Lampung Selatan bertujuan untuk menindak lanjuti kasus yg terjadi belakang ini yaitu kasus pencabulan dan LGBT yg terjadi disalah satu pondok pesantren dilampung selatan
“Dimedia sudah ramai tentang kasus pencabulan dan LGBT disalah satu pondok pensantren lampung selatan, maka kami mengundang bapak ibu sekalian untuk bermusyawarah agar hal yg tersebut tidak terjadi lagi” ujar Sukandi

Bupati Lampung Selatan menyampaikan dalam sambutannya mengaku sedih dan prihatin tentang kejadian tersebut karena kejadian tersebut bisa merusak moral para generasi muda
“Saya sedih dan prihatin tentang kejadian itu, malu saya sebagai kepala daerah hal tersebut bisa terjadi” ucap Zainudin

“Saya minta untuk kepala kantor kementrian agama Lampung Selatan, agar mendata ulang semua pondok pesantren yang ada di Lampung Selatan dari yg sudah ada izin, maupun belum. Bukan mempersulit atau apa, yg belum mempunyai agar kami bantu agar izin bisa diselesaikan. Agar kami, bisa tahu dan mencegah sejak dini agar kejadian tersebut tidak terulang lagi” tambahnya

Bupati Lampung Selatan menghimbau kepada pimpinan pondok pesantren agar tak mudah percaya dengan ustadz yang mendaftar sebagai guru dipondok pesantren, dengan cara memverifikasi calon guru/ustadz yg akan mengajar dengan cara cek ijazah di tempat sekolahnya dulu, kartu keluarga, riwayatnya, dan lain sebagainya agar hal tersebut tidak terulang lagi
“Untuk para pimpinan ponpes agar tidak cepat percaya kepada ustadz, agar memverifikasi ijazah, keluarga, KK, KTP dan riwayatnya agar kasus yg kemarin tidak terulang” harapnya (*)

Add Comment