Tak Terima Yansen Alison Binti Dituduh Membakar SD di Palangkaraya, Warga Dayak Gelar Aksi di PN Jakarta Barat

nusantara9news.com, JAKARTA-Dirasa teleh memarginalisasikan hingga pembunuhan karakter terhadap Yansen Alison Binti (Terdakwa kasus pembakaran tujuh Sekolah Dasar (SD) di Palangkara Kalimantan Tengah). Warga dari seluruh penjuru Kalimantan menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Rabu (10/4/2018).

Selain menggelar orasi, warga dayak juga menggelar ritual tarian adat dengan maksud memberikan kekuatan moral terhadap terdakwa Yansen Alison Binti. Pendemo juga membentangkan spanduk yang bertuliskan,”Bebaskan Yansen Binti…stop kriminalisasi terhadap tokoh Dayak !!”, “Hentikan Intervensi, Intimidasi dan Kekerasan Oknum Polri terhadap para saksi Yansen Binti,” ,”Tokoh Dayak Dikriminalisasi Tanpa Bukti, Bebaskan Yansen Binti,” serta orasi menggunakan toak di Mobil komando.

Salah seorang perwakilan pendemo, Leo mengaku, masyarakat Dayak tidak rela salah seorang tokohnya dituduh melakukan perbuatan yang tidak dihalalkan. “Kami perwakilan masyarakat Dayak dari Kalbar, Kalteng, Kaltim dan seluruh daratan, meminta jangan memaksakan BAP tidak jelas, baik dengan intimidasi. Kami meminta Yansen Binti dibebaskan,” katas Leo dihadapan massa.

Sementara, Drs. Yakobus Kumis MH, Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) menyampaikan, ia bersama perwakilan masyarakat adat dayak memberi support dan kekuatan moral Yansen Binti. Bahkan ia selalu memantau perkembangan sidang melalui media.

“Kegiatan yang dituduhkan pada beliau membakar sekolah, disinilah kami ingin sampaikan pada pimpinan negara, dan pada penegak hukum di negara ini. Ada sesuatu yang tidak wajar, dimana kami melihat disini ada lebih dari muatan politik dan ada kriminalisasi disini,” ujar Yakobus.

Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) merasa ada semacam skenario besar dimana ingin akan mematikan karir, langkah politik dan pergerakan Yansen binti. “Beliau tidak mungkin senaif melakukan hal itu. Dia merupakan pengurus KONI,  Sekretaris umum KONI, Anggota DPRD, bahkan juga pengurus Gereja, yang selalu melakukan pengarahan dan penyuluhan masyarakat menjalankan kehidupan ber-Pancasila pada masyarakat agar berjiwa nasionalisme,” pungkasnya.

Atas kejadian tersebut, mereka meminta kepada Kapolri, Komnas HAM agar mohon bebaskan Yansen.Karena semua direkayasa dan ingin hukum ditegak tegakkan sebenar benarnya. Harapan kami keadilan, kebenaran. Negara kita berdasarkan hukum, bukan rekayasa bukan pesanan pesanan. (Yanti)

Add Comment

error: Jangan Di Copy Ya...