Pertanyakan Mekanisme Pihak Pengelola Wisata, LSM GMBI dan Dinas Gelar Audensi

MAJALENGKA, Jawa Barat –
Selain bersilaturahmi LSM GMBI Majalengka beraudensi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Majalengka terkait banyaknya keluhan di masyarakat di sejumlah tempat wisata yang ada di Kabupaten Majalengka.

LSM GMBI Kabupaten Majalengka menilai salah satunya adalah objek wisata di Kampoeng Air, yang terletak di Kecamatan Argapura. Pihak pengelola tempat wisata tidak memperhatikan kebiasaan warga sekitar yang ingin melakukan aktifitas berkebun atau berladang.

“Warga sekitar mempunyai aktifitas seperti biasa yakni berkebun dan berladang, namun karena area kebun harus melewati kawasan wisata tersebut sejumlah warga harus memenuhi beberapa syarat yang ditentukan pengelola wisata.” kata ketua LSM GMBI Majalengka disampaikan Sekertaris II Tarkim Budiarto, usai audensi di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka. Selasa, (31/072018)

Masih dalam uraian Tarkim, syarat itu disebutkan yaitu harus menyimpan identitas KTP dan ditentukan jam bila ingin melewati kawasan wisata tersebut.

“Parah kan, seperti apa saja para pengelola wisata disana. Cuman hanya ingin melintas dan ingin berkebun di lahan pemilik kebun ada aturan seperti itu.” tegasnya.

Maka dari itu, menurut dia langkah kita saat ini adalah menyampaikan hal ini kepada dinas terkait tentang mekanisme pengelolaan objek wisata, juga banyaknya keluhan dibeberapa tempat berkaitan objek wisata yang ada di Kabupaten Majalengka sebagai masukan untuk diketahui.

Kapala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman mengatakan, saran serta masukan yang disampaikan warga melalui LSM telah diterima dan akan menjadi bahan kami selanjutnya upaya dalam bersinergi bersama membangun wisata di Kabupaten Majalengka.

“Terima kasih atas masukan dan sarannya, ini merupakan wujud kepedulian masyarakat terhadap pengelolan dan pengembangan wisata di Kabupaten Majalengka.” Ujar, Kadis Parbud.

Dari itu, dia menambahkan hasil yang disampaikan saat audensi disebutkan adalah hal yang berkaitan dengan ijin wisata, keluhan warga disekitar wisata Kampoeng Air, yang berada di Desa Sukadana, Kecamatan Argapura.

“Hal itu perlu di komunikasikan kembali kepada pengelola agar akses warga masyarakat tidak terganggu serta dibangun rasa kepercayaan antara pengelola wisata dan warga sekitar.” pungkasnya. ** (Sigit)

Add Comment

error: Jangan Di Copy Ya...