Belajar di Bekas Bangunan WC

Sidomulyo - Sulitnya mendapatkan bantuan pembangunan ruang kelas baru (RKB) di setiap Sekolah Dasar (SD). Membuat sekolah yang memiliki ruang kelas terbatas, harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di ruang seadanya. Inilah yang setiap hari dirasakan murid-murid kelas I, II dan III SDN 4 Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo.

Kepala Sekolah, M. Yazir, S.Pd.I dan para dewan guru mengatakan, ia baru dua hari menerima amanat pimpinan sebagai Kepala Sekolah dan membenarkan adanya informasi tersebut. Bahkan, ia langsung mengajak saya untuk melihat bangunan yang sebenarnya dan telah lama digunakan untuk KBM anak didiknya.

Pertama iamemperlihatkan bangunan yang dipakai untuk kelas III bekas bangunan WC yang tidak terpakai. Setelah itu, ia menunjukkan emperan belakang bekas rumah dinas guru yang digunakan untuk KBM anak kelas I. Sementara bekas bangunan rumah dinas digunakan untuk KBM kelas II. Nampak sekali terlihat kayu atap sudah banyak dimakan rayap dan tinggal menunggu ambruk.

"Saya baru dua hari ini dipercaya menjadi Kepala Sekolah dan begitu saya masuk, saya prihatin sekali dengan keadaan bangunan sekolah yang seperti sekarang ini. Kami berharap, ada upaya Pemerintah untuk membangun lokal baru dan bisa digunakan dengan nyaman sebagai tempat belajar,"harapnya.

Salah seorang guru di SDN 4 Sidorejo, Taliman yang telah mengajar sejak tahun 1993 mengakui, saat pertama kali mengabdikan diri sebagai guru, bangunan bekas WC telah digunakan sebagai tempat KBM. "Kalau saya saja sudah menjadi guru  disini sejak tahun 1993, berarti bangunan ini sudah lebih dari 20 tahun digunakan. Belum lama ini, bangunan ini direhab oleh komite sekolah dan bisa ditempati kembali. Kami tidak tahu harus kemana lagi kalau tidak ada bangunan ini,"kata Taliman.

Iwan (8) salah seorang murid yang pernah menempati ruang kelas I mengaku, ruangan tersebut baunya pesing dan sempit. Bahkan saat musim panas, didalam kelas terasa gerah dan tidak nyaman saat belajar. "Saya dikelas I belajar di kelas yang ada dibelakang rumah dinas. Kelas II belajar di bekas bangunan rumah dinas dan tempatnya tidak nyaman. Sekarang ruangannya tambah sempit dan bekas WC lagi,"kata Iwan.





Pewarta: Ahmad

Komentar Pembaca

Copyright © 2017 nusantara9news.com
Tim Redaksi | Kontak Kami