Masyarakat Dayak Minta Presiden Bebaskan Yansen Alison Binti

Nusantara9news.com, JAKARTA- Ratusan warga Dayak dari Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang tergabung dalam MADN, meminta agar Presiden RI membebaskan Yansen Alison Binti, terdakwa kasus pembakaran tujuh Sekolah Dasar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Sekretaris Jenderal MADB, Yakobus Kumis mengatakan, aksi tersebut dilakukan untuk mensuport Yansen A Binti. Karena ada yang tidak wajar, ada kriminalisasi dan skenario politis ingin mematikan Dayak.

“Tidak mungkin Yansen melakukannya dengan deretan jabatan yang disandangnya saat ini, tidak mungkin. Saya minta Presiden dan Kapolri bebaskan Yansen Binti. Karena ini rekayasa oknum tertentu, saya bisa menggerakkan seluruh orang Dayak. Kami MADN mendukung Jokowi untuk menjadi presiden mendatang, tapi mohon bantu kami untuk menegakkan keadilan,” tegas Yakobus.

Yakobus juga meminta hakim dan aparat hukum lainnya adil dan tidak seenaknya saja memperlakukan Yansen. Karena dalam beberapa persidangan telah menyatakan Yansen bersalah, padahal mengetuk palu vonis saja belum.

“Kami di belakang Yansen Binti, kami akan dapat membawa seluruh Dayak turun ke Jakarta bila Yansen tetap dikriminalisasi,” kata Yakobus. “Karna kami tahu mereka mau membunuh karakter Yansen. Sekali lagi kami minta Jokowi harus bebaskan Yansen karena ini rekayasa dan pesanan saja,” ujar Yakobus.

Sementara itu, Ketua GERDAYAK Kaltim Erika Siluq tegas mengatakan, penetapan status tersangka Yansen penuh rekayasa. begitu juga dengan penetapan tempat sidang juga banyak keganjilan. “Ini kriminalisasi oleh oknum aparat terhadap orang Dayak. Tidak ada bukti yang mengarah ke Yansen Binti sebagai otak pelaku pembakaran, kami minta hakim membebaskan Yansen,” tegas erika.

Salah satunya, menurut  Erika ada kesaksian pihak ITI Forensik Mabes Polri menyatakan tidak menemukan bukti apapun dalam bentuk rekaman, percakapan HP, print out, SMS, hardisk dan lainnya bahwa Yansen ada menyuruh membakar sekolah. (Yanti)

Add Comment

error: Jangan Di Copy Ya...