Guru Besar UPI, Berikan Pencerahan Literasi Media Bagi Generasi Milenial

MAJALENGKA, Jawa Barat – Upaya dalam meningkatkan kesadaran bermedia dikalangan anak muda kekinian atau biasa disebut jaman generasi milenial, perlu diberikan literasi media sebagai pembelajaran secara terstruktur dan bertanggung jawab. Hal tersebut berlangsung pada saat kegiatan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/11/2018).

Profesor Dr Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., M.Si., M.H. saat memberikan pencerahan literasi media bagi generasi milenial melalui rilis yang diberikan ke nusantara9news.com menjelaskan, bahwa sikap generasi muda terhadap siaran tayangan media harus memiliki sikap kritis, cerdas, dan bijaksana. Karena akibatnya itu berdampak terhadap persepsi, kognisi, emosi, dan proses imitisasi seseorang.

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu juga mengatakan, adanya pencerahan ini bertujuan untuk meningkatkan sikap generasi muda yang bertanggung jawab dan kesadaran bermedia dikalangan anak muda agar tumbuh jiwa kritis, partisipatif dengan nalar dan sikap yang bijaksana.

“Dengan adanya literasi juga diharapkan sebagai pembelajaran dan penyadaran secara kolektif, agar kehadiran media penyiaran dapat tumbuh sehat dan berintegritas. Karena, fungsi media sendiri memberikan informasi, pendidikan, mempengaruhi opini publik, menghibur dan pemandu nilai.” katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala Pusat Kebijakan Publik, Inovasi Pendidikan dan Pendidikan Kedamaian pada LPPM UPI ini mengungkapkan, terlebih jika melihat ciri generasi milenial dewasa ini, itu ditandai dengan gaya hidup gadget yang menjadi trend masa kini dengan kata lain ingin instan dan praktis.

“Ya, kalau ciri lainnya kritis yang mempunyai jaringan komunikasi multi arah atau group dan generasi muda juga pengguna media terbesar. Tentunya harus menjadi subyek bukan obyek media, apalagi menjadi korban media itu sendiri. “ujarnya.

Ketua Harian Persatuan Dewan Guru Besar (Pergubi) Jawa Barat itupun berharap, generasi muda dalam konteks kebudayaan seyogyanya memiliki enam ciri utama yakni, melakukan pemajuan kebudayaan dan cinta seni. Kemudian memberikan kebebasan untuk bereskpresi dalam kebhinekaan serta mengembangkan spririt budaya untuk pembangunan dan kemanusiaan.

“Para pemuda juga harus mengejawantahkan nilai budaya dalam sikap dan tindakannya yang bertanggung jawab, meminimalisir konflik, taat hukum dan memiliki rasa empati terhadap sesama juga dapat bertanggung jawab dalam menjaga nilai moral, dan tata susila di masyarakat.” tutup dia. ** (Sigit)

Add Comment