Palsusukan Data dan Dokumen

Gelembungkan Jumlah Murid,Kepala MI MA Siring Jaha Diduga Palsukan Data dan Dokumen

Nusantara9news.com KALIANDA-Demi mendapatkan tambahan dana bagi sekolah, Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Matlaul Anwar (MA) di Desa Siring Jaha, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, diduga menggelembungkan jumlah  muridnya. 

Dari pantauan Nusantara9news.com di sekolah, jumlah murid yang ada hanya 135 setelah dihitung dari setiap kelas. Namun  kepala MI MA, Kepala MI MA, SM mengatakan, jumlah siswa-siswinya yang ada di sekolah berjumlah  175. Mereka terbagi dalam enam ruang kelas dan mendapatkan bimbingan  dari tujuh guru yang telah bersertifikasi.

"Jumlahnya memang 175 dan saya hanya meneruskan kebijakan dari Kepala MI yang telah meninggal satu tahun lalu," ujar SM saat ditemui Sabtu  (03/06/2017). 

Terpisah, Ketua Komite MI MA, JY mengaku, ia merasa tidak pernah tahu  berapa jumlah siswa yang diajukan untuk mendapatkan dana bos. Bahkan  termasuk realisasi dana BOS, ia tidak pernah dilibatkan. "Saya tidak tahu sama sekali," ujar JY.

Kasi Mapenda Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Selatan, Ashari, M.Ag mengatakan sudah memanggil Kepala MI. Bagi Kepala MI yang nakal, ia akan memberi sanksi tegas karena setiap pengajuan membuat surat pernyataan tertulis diatas materai.

"Dalam surat penyataan sudah jelas, apabila memalsukan data, mereka bisa terkena sanksi pidana. Kepala MI MA sudah kita panggil dan memberikan keterangan bahwa jumlah siswa-siswinya sebanyak 154 dan hanya selisih 21 bukan 40," ujar Ashari.

Bahkan lanjut Ashari, Kepala MA MI siap mengembalikan yang sudah diambil ke Kas Negara pada periode pencarian dana BOS di bulan Juli nanti. "Kami akan turun untuk mengecek langsung ke MI untuk mendapatkan data yang sebenarnya," imbuhnya.

Sementara itu Sekretaris Kongres Advokat Indonesia (KAI) Lampung Selatan,  Ruhendri, S.HI ketika dihubungi via telpon mengatakan, meskipun oknum Kepala MI tersebut sudah mengembalikan kerugian Negara ke Kas Negara. Tidak menghapus perbuatan pidana yang telah dilakukannya. "Kasus itu tetap harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Ruhendri 
Pewarta: Sai

Komentar Pembaca

Copyright © 2017 nusantara9news.com
Tim Redaksi | Kontak Kami