Lamsel Tingkatkan Produksi Kelapa Sawit

NUSANTARA9NEWS.COM, CANDIPURO - Meski harga tandan buah segas (TBS) kelapa sawit terus mengalami penurunan, petani di Desa Batuliman Indah, Kecamatan Candipuro, tetap bertahan. Bahkan hasil yang didapat dalam satu tahun, selalu terjadi mengalami peningkatan. Sehingga tanaman sawit tetap dipertahankan dan akan terus dikembangkan.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan, Ir. Zailani Bura mengatakan, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang ada di Lamsel. Ia akan berupaya agar tanaman sawit terus nberkembang dan ada perluasan lahan.


"Untuk di Lampung Selatan, tanaman kelapa sawit kita prioritaskan disamping tanaman perkebunan lainnya. Kedepan, tanaman yang sudah tua akan kita remajakan. Sehingga hasil yang didapat oleh petani akan terus meningkat, "kata Zailani Bura, Senin (12/10/2015).


Zailani menambahkan, produksi kelapa sawit di Lamsel terus mengalami peningkatan. Seperti produksi kelapa sawit di Desa  Batuliman, hasil dari sistem integrasi kelapa sawit dan sapi (Siskapi), menghasilkan pupuk organik. Inilah yang membuat petani bisa terbantu dan bisa mengurangi ketergantungan pupuk kimia.


Dengan diawali melalui program Siskapi inilah, hasil panen kelapa sawit menjadi meningkat. Inilah yang sedang kita kembangkan agar di Lamsel menjadi sentra pupuk organik. Kami sudah menyiapkan empat tempat yakni di Candipuro, Bakauheni, Katibung dan Sragi, untuk sebagai tempat pembuatan pupuk organik,"imbuhnya.

Kepala Bidang Usaha Kelembagaan Disbun Lamsel, Hilmiyati, SP, M.Si mengatakan, ada intergrasi empat kelompok yang akan menjadi sentra pupuk organik. Tiga kelompok baru yang kini telah berjalan, akan dikembangkan dan bekerjasama dengan Dinas Peternakan Lamsel.

"Kita lihat perkembangan Siskapi di Candipuro sekarang ini, sangat baik sekali. Siskapi di Lamsel ini, merupakan satu-satunya di Lampung dan bisa menjadi percontohan. Upaya ini yang akan terus kita kembangkan  pengembangan tersebut kita buat di Kecamatan lain,"kata Hilmiati.

Ketua Kelompok Tani Wahana Makmur XI, Sutaryo mengakui, hasil yang didapat oleh petani telah bisa dirasakan. Program Siskapi yang dikelola kelompoknya telah berkembang dan sudah bisa menambah fasilitas.

"D
engan peralatan yang telah dibantu oleh Pemerintah, kami sudah bisa membuat pupuk organik sendiri dan bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman kelapa sawit. Kalau dulu kami harus kesulitan mendapatkan pupuk, sekarang bisa terpenuhi,"kata Sutaryo.
Pewarta: Raja AP/AG

Komentar Pembaca

Copyright © 2017 nusantara9news.com
Tim Redaksi | Kontak Kami