Petani Pasrah, Tikus Kembali Serang Tanaman Padi

25 Februari 2015 11:04 WIB | 1 kali dibaca

Tikus justru lebih senang menyerang tanaman padi yang sedang gemuk-gemuknya,

Baca Juga

CANDIPURO - Musibah yang dialami petani, pasca banjir yang menenggelamkan ratusan hektar tanaman padi di beberapa Desa yang ada di Kecamatan Candipuro. Kini petani harus dihadapkan dengan serangan hama tikus yang hampir sebagian besar menyerang tanaman padi  mereka. Berbagai upaya penanggulangan telah dicoba oleh petani dengan memberikan umpan yang diberi racun maupun obat-obatan.

Namun, hewan pengerat tersebut tidak mau memakan umpan melainkan menyerang tanaman padi pada bagian tengah petakan sawah. Tabli (60) petani di Desa Sinar Pasemah mengaku, tanaman padi miliknya yang berumur dua bulan diserang tikus pada bagian tengah lahan. Ia sudah mengupayakan dengan memberi umpan yang diberi racun di pinggir galengan.

Tetapi bukannya umpan yang dimakan, tetapi tanaman padi yang diserangnya. "Serangan tikus ini terjadi sejak air surut pasca banjir yang terjadi beberapa pekan lalu. Sekarang, umpan sudah tidak mau lagi dimakan selain tanaman yang sebentar lagi mulai bunting. Kami sekarang tidak tahu lagi harus bagaimana mengatasi serangan tikus ini,"kata Tabli, Senin (23/2).

Hal sama dikatakan Sugeng (38) petani yang memiliki lahan seluas setengah hektar. Serangan tikus sangat ganas dan membuat tanamannya menjadi rusak. Ia berharap, tanaman tidak dimakan semuanya sehingga ia nantinya bisa panen.  "Kalau sampai diserang semuanya, jelas kami hanya bisa pasrah dengan keadaan seperti sekarang ini. Upaya telah kami lakukan untuk menghentikan serangan hama tikus, tetapi tikus justru lebih senang menyerang tanaman padi yang sedang gemuk-gemuknya, "kata Sugeng. 

Terpisah, Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Candipuro, Hardi Oktorino, SP mengakui, banyaknya serangan tikus saat ini wajar. Karena saat gropyokan sebelum petani menaman padi, antusias petani sangat rendah. "Pada awalnya kita bersama dengan penyuluh pertanian sudah membawa obat bermaksud melakukan gropyokan tikus. Kenyataan di lapangan, petani hanya sedikit yang datang dan ini yang membuat populasi tikus sulit dihentikan, "kata Hardi.




Pewarta: Raja AP

Komentar Pembaca

Copyright © 2017 nusantara9news.com
Tim Redaksi | Kontak Kami