Tukang Ojek Digelandang Polisi

SIDOMULYO - Diduga mencabuli anak dibawah umur, Syarudin (41) warga Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, digelandang Polisi. Perbuatan tersebut dilakukan terhadap Mu (11) warga Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo di sebuah perkebunan Jagung di Desa Taman Agung, Kecamatan Kalianda, Minggu (15/2) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kepala Desa Sukamarga, Muksin mengatakan, awalnya Mu diajak pelaku untuk makan bakso di Kalianda. karena sudah mengenal pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek, korban menerima ajakan pelaku. Namun saat melintas di Jalinsum, pelaku membelokkan sepeda motornya dan mencabuli korban.

"Menurut korban, pelaku meraba payudara dan memegangi kemaluan korban. Setelah melakukan aksi bejatnya, pelaku mengancam korban agar tidak menceritakan kepada siapapun. Korban juga dijanjikan akan dibelikan telepon genggam sebelum diantar ke rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB,"kata Muksin, Jum'at (19/2).

Muksin menambahkan, awalnya pelaku yang berstatus duda tanpa anak ini mencari kakak korban (Sumarni, red) yang akan dijadikan pembantu rumah tangga. Belum sampai dirumah korban, pelaku bertemu dengan kakak korban di rumah saudaranya di Desa Bulok.

"Mungkin karena pelaku sudah saling kenal, korban diizinkan untuk diajak pergi makan bakso ke Kalianda. Ditengah perjalanan itulah, pelaku mencabuli korban. Kejadian tersebut kemudian diceritakan korban kepada kakaknya, karena mengeluh kemaluannya sakit setelah dicabuli pelaku,"imbuh Muksin.

Kapolsek Sidomulyo, Iptu. Aristianto Budi Sutrisno mendampingi Kapolres Lampung Selatan, AKPB. Hengki, SIK, M.Hum mengatakan, seteleh mendapatkan laporan langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, pelaku berhasil diamankan di Desa Suak pada  hari Selasa (17/2) sekitar pukul 20.00 WIB.  "Setelah dipanggil Kepala Desa Suak ke rumahnya, pelaku menyerahkan diri dan langsung kita amankan.

Pelaku tidak kita bawa ke Polsek tetapi langsung ke Mapolres Lampung Selatan dan ditangani Unit Perlindungan Anak dan Perempuan.  Aris menambahkan, pelaku akan dijerat dengan pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara."Pelaku kita jerat dengan UU Perlindungan Anak,"pungkasnya.













Pewarta: Raja AP

Komentar Pembaca

Copyright © 2017 nusantara9news.com
Tim Redaksi | Kontak Kami