Diduga Kades Tidak Transparan, Puluhan Warga dan LSM GMBI Unjukrasa

Nusantara9news.com, Palas – Ratusan warga yang merupakan perwakilan warga Bumi Asih palas beserta GMBI mengeruduk kantor camat palas. Masa yang datang sekitar jam 11siang ini (02/03/2018) menggunakan sepeda motor dan mobil langsung memadati pelataran kantor kecamatan Palas

Dalam orasinya, perwakilan masyarakat bumi asih menuntut keterbukaan dana desa yang di duga di selewengkan oleh kepala desa bumi asih. Suasana panas makin membuat para pendemo tak sabar dan sempat terjadi dorong-mendorong dengan aparat kepolisian dan Satpol PP. Salah satu orator yang menyampaikan tuntutannya secara bergantian meminta camat Palas untuk menurunkan Sukarnoko sebagai kepala Desa Bumi Asih.

Meskipun mediasi berlangsung dikantor camat, namun pegunjukrasa terus berorasi.

Mediasipun di pimpim langsung Kabag Ops. Polres Lamsel Akp. Ujang, dan dihadir Danramil Palas Norizman Tamin, perwakilan warga Bumi Asih, dan camat palas.

Perundingan berjalan cukup tegang, warga meminta klarifikasi langsung dari kepala desa. Sedangkan kepala desa Bumi Asih tidak nampak dalam ruangan.

Suparman yang mewakili warga Bumi Asih menyampaikan bahwa insentip guru ngaji di desa bumi asih tahun 2016 sampai saat ini belum di bayarkan oleh kepala desa, selain itu juga warga berharap untuk bisa mengetahui laporan pertanggungjawaban dana desa (Lpj.DD) bumi asih tahun 2016/2017 kepada Rikawati selaku camat Palas, karena warga selama ini tidak mendapat penjelasan langsung dari sukarnoko. menurut suparman, kepala desa sangat sulit untuk di temui.

Masa yang berada di luar semakin tidak sabar dan terus menuntut sukarnoko hadir dalam perundingan. Ketua KSM GMBI kecamatan Palas Basnu Arifin melalui ketua GMBI lampung selatan mempertanyakan sejauh mana pengawasan camat terhadap kepala desa khususnya Bumi Asih kepada Rikawati selaku camat Palas.

Keadaan semakin tegang ketika Danramil Palas menghadirkan Sukarnoko selaku kepala desa Palas tepat di jam 12 siang. Sukarnoko yang hadir bersama 2 orang aparat desa langsung duduk dan sesaat kemudian di berondong pertanyaan dari perwakilan warga dan GMBI. Sukarnoko menjelaskan duduk permasalahannya dan memohon maaf kepada warga, unsur uspika kecamatan palas. Suasana kembali mereda ketika Danramil palas, Norizman tamin mengultimatum untuk di adakan Rakor 2 hari mendatang.

Warga pendemo dan GMBI akhirnya membubarkan diri secara damai. Namun ketua KSM GMBI Palas Basnu Arifin menegaskan, jika sampai tidak terjadi titik temu di perundingan 2 hari mendatang, akan kembali dengan masa yang lebih besar dan akan langsung turun di kantor Bupati Lampung Selatan. (Apri)

Add Comment

error: Jangan Di Copy Ya...