Dangiang Leluhur dan Elemen Masyarakat Majalengka Gelar Deklarasi Damai

MAJALENGKA, Jawa Barat – Menjelang Pileg dan Pilpres 2019, puluhan elemen masyarakat dari padepokan, ormas, LSM, dan komunitas menggelar Deklarasi Damai di Alun-alun Majalengka, Sabtu (10/11/2018). Deklarasi damai ini diinisiasi Dangiang Leluhur.

Budi Victoriadi, Pembina Dangiang Leluhur mengatakan, melalui Deklarasi Damai ini diharapkan suasana kondisi akan terjaga baik dan aman di Kabupaten Majalengka dalam mengahadapi Pileg dan Pilpres 2019 mendatang

“Masyarakat adat dan budaya yang dihimpun oleh teman-teman di Dangiang Leluhur ini berinisiatif untuk membuat kesepakatan yaitu dengan melakukan deklarasi bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan suasana kondusif selama pesta demokrasi di Republik ini,” kata Budi, seusai deklrasi dan penandatanganan.

Setelah deklarasi, jelas dia, pihaknya akan mulai terjun ke lapangan, guna merangkul semua kalangan masyarakat. Dengan demikian, harapan untuk terjalinnya suasana kondusif selama tahun politik ini bisa terwujud.

“Kami memberikan penyadaran kepada masyarakat sesuai dengan pos kita masing-masing. Karena kita tersebar dari beberapa elemen, dari masyarakat adat dan budaya, ormas, dan lain sebagainya, untuk memberikan pemahaman bahwa pesta demokrasi ini adalah hal yang dilakukan rutin lima tahun sekali. Dari itu, kita harus sama sama dalam mensukseskan,” papar Budi.

“Mudah-mudahan gerakan ini memberikan penyadaran kepada kita semua bahwa demokrasi di Republik ini akan semakin dewasa, semakin dinamis, tetapi tetap bisa menjaga kebersamaan,” lanjut dia.

Budi mengakui, seiring dengan masuknya tahun politik, diakui atau tidak, kondisi di masyarakat luas mulai sedikit menghangat. Di kalangan masyarakat, ketika berbeda pilihan, kerap memicu terjadinya ketidakharmonisan.

“Banyak dari masyarakat tidak paham, perbedaan pilihan menimbulkan keretakan. Justru dengan hadirnya deklarasi damai ini, harapannya bisa meminimalisir (perpecahan).” tutup dia.

Dari pantauan nusantara9news.com, Deklarasi damai selama satu jam dari pukul 16.00 wib di meriahkan dengan kesenian sebanyak seratus rampak gendang dari berbagai kalangan pecinta kesenian.** (Sigit).

Add Comment